Kenapa karburator berembun?

Posted by Joe Arisman On Selasa, 03 Juli 2012 4 comments
karburator berembun  banyak yang sekali masalah unik yang terjadi pada karburator,ada yang tidak bisa RPM tinggi lah,ada yang katanya kurang galak lah,dan ada juga yang punya masalah tentang karburator berembun.apa yang kalian pikirkan ketika ada embun disuatu tempat?

pasti yang dipikirkan adalah tempat itu dingin,tempat itu lembab,tempat itu tak terkena panas.itu juga ada benarnya ketika dinding karburator itu berembun ,maka secara logika mungkin karburator itu baru tersiram air atau kadang juga berpikir,ah itu sudah hal biasa .

tapi perlu kita pikirkan kenapa karburator itu bisa berembun padahal untuk sebagian motor yang lain atau bahkan sepeda motor lain tidak mengalami maslah yang serupa.kemudian apa yang terjadi pada karburator kita?sebelum kita berpikir jauh ,kita telusuri kenapa embun itu bisa muncul.Udara yang ada di sekeliling karburator mengandung uap air. Ketika karbu terisi bensin, karbu menjadi dingin. Udara yang bersentuhan dengan karbu dingin ini akan turun suhunya. Uap air yang ada di udara pun ikut mendingin. Jika suhunya sudah cukup dingin, uap air ini akan mengembun membentuk tetes-tetes air di bagian luar karbu.


bagaimana?masih kurang jelas kah.tapi disisi lain ada kemungkinan yang bisa terjadi.yaitu pilot jet dan main jet nya kelewat besar atau gak tepat.bisa dikatakan campuran bahan bakar dan udara terlalu basah (boros)jadi coba aja turunin ukuran pilot dan main jet mu .tapi usahakan campuran tak terlalu kering .untuk setting pj mj nya bisa dibaca setting pj dan mj .Jadi berpikirlah sekritis mungkin jika terjadi sesuatu pada motor mu dan jangan menarik satu kesimpulan saja.

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mampir ke blog saya,jika postingan saya bermanfaat jangan lupa share facebok.Maturnuhun


4 comments:

Ibra mengatakan...

wah, mantab gan. aku salut sama pemikiran agan yg logis banget. sukses slalu dah :D

Anonim mengatakan...

Perhatikan desain pemegang karbu nya juga masbro.
Klo kontak ke blok mesin pakai full metal, karburator cenderung menerima panas dari blok mesin secara konduksi. Klo menggunakan karet, karbu-karet-metal manifold, panas blok mesin ngga banyak menjalar ke karburator. Pada saat bekerja, karburator menjadi tempat aliran udara. Udara ini di campur dengan bensin, pencampuran udara dengan bensin ini menurunkan suhu (prinsip ini dipake di kipas angin biasa yg dilengkapi penyembur air), suhu karbu yang rendah, membuat uap air di luar karbu mengembun. Itulah penjelasan fenomena ini. Semoga berguna.

Anonim mengatakan...

Perhatikan desain pemegang karbu nya juga masbro.
Klo kontak ke blok mesin pakai full metal, karburator cenderung menerima panas dari blok mesin secara konduksi. Klo menggunakan karet, karbu-karet-metal manifold, panas blok mesin ngga banyak menjalar ke karburator. Pada saat bekerja, karburator menjadi tempat aliran udara. Udara ini di campur dengan bensin, pencampuran udara dengan bensin ini menurunkan suhu (prinsip ini dipake di kipas angin biasa yg dilengkapi penyembur air), suhu karbu yang rendah, membuat uap air di luar karbu mengembun. Itulah penjelasan fenomena ini. Semoga berguna.

John mengatakan...

Selain PJ atau MJ yg kurang cocok, kemungkinan ketinggian pelampung yang tidak tepat.

Poskan Komentar